Sabtu, 01 Januari 2011

PENERAPAN LAYANAN INFORMASI DALAM RANGKA MENINGKATKAN KONSELI MELANJUTKAN KE SLTA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Siswa atau konseli merupakan penerus pejuang dan pengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai generasi penerus konseli perlu menggali potensi yang dimiliki dan potensi yang dimiliki terus dikembangkan agar menjadi manusia yang kuat baik fisik mental maupun kemapuan pola pikir mereka.
Pengembangan potensi yang dimiliki konseli dapat berupa penguasaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, olah raga, seni, ketrampilan dan lain sebagainya. Penguasaan terhadap berbagai bidang akan dapat membawa manfaat yang seluas-luasnya baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.
Sehubungan dengan hal tersebut perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan penguasaan berbagai bidang tersebut di atas, konseli perlu memiliki ilmu pengetahuan yang lebih banyak melalui bidang pendidikan yang lebih tinggi.
Menurut data perkembangan sekolah yang dimiliki guru BK/konselor konseli yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (SLTA), dari tahun ketahun ada peningkatan namun demikian minat siswa untuk masuk ke sekolah yang lebih tinggi masih jauh dengan yang diharapkan.
Untuk mengetahui data konseli yang melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi di bawah ini akan dipetikan data konseli yang melanjutkan ke SLTA untuk empat tahun kebelakang sebagai berikut:
Data siswa yang melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi di SMP Negeri 1 Pangkur Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi adalah sebagai berikut:
Tahun pelajaran 2003/2004 yang melanjutkan 41,6% berarti ada 58,4% tidak melanjutkan, tahun pelajaran 2004/2005 yang melanjutkan 44,1% berarti ada 55,9% tidak melanjutkan, tahun pelajaran 2005/2006 yang melanjutkan 47% berarti ada 53% tidak melanjutkan, dan tahun pelajaran 2006/2007 yang melanjutkan 51% berarti ada 49% yang tidak melanjutkan.
Jumlah konseli kelas IX tahun pelajaran 2007-2008 yang mengikuti ujian menurut data nominatif sementara adalah 216 konseli dan berdasarkan angket yang sudah diisi oleh konseli menunjukkan bahwa konseli yang akan melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi 48,6 % dan yang lain tidak melanjutkan sekolah. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini
Berdasarkan data tersebut di atas dapat dijelakan bahwa siswa yang akan melanjutkan ke SMA ada 24 Siswa atau 11,1%, Ke SMK 81 siswa atau 37,5%, sehingga jumlah siswa yang akan melanjutkan ke SLTA hanya 48,6%. Sedangkan siswa yang ingin bekerja dari 216 siswa ada 75 atau 34,7%, lain-lain 36 siswa atau 16,7% sehingga jumlah siswa yang tidak melanjutkan yaitu 54,14%. Jumlah siswa yang tidak melanjutkan menurut data sementara atau studi pendahuluan ini ternyata meningkat sedangkan yang melanjutkan ke SLTA menurun, kenyataan seperti ini sungguh sangat memprihatinkan bagi kita semua.
Untuk mencari penyebab minat siswa melanjutkan ke SLTA rendah, peneliti akan menganalisis kondisi obyektif berdasarkan data yang telah diperoleh melalui beberapa instrumen pengumpulan data sebagai berikut:
Kondisi obyektif yang ada menunjukkan bahwa tingkat sosial ekonomi orang tua tergolong baik, yakni 15% orang tua berpenghasilan antara Rp.200.000 s/d 350.000, 30% orang tua berpenghailan antara Rp.350.000 s/d Rp.650.000, 40% orang tua berpenghasilan antara Rp. 650.000 s/d Rp. 1.000.000, 15% Orang tua berpenghasilan di atas 1.000.000 tiap bualan.
Pekerjaan orang tua 65% petani dan buruh tani, 18% pedagang, 5% perangkat desa dan 12 % orang tua pegawai negeri dan swasta.
Dipandang dari sudut keluarga, Anak-anak mereka yaitu 35% orang tua hanya mempunyai anak tunggal 54% orang tua mempunyai anak dua dan 11% orang tua mempunyai anak lebih dari dua.
Jika dipandang dari letak geografis tempat tinggal siswa, rumah mereka tidak terlalu pelosok, namun jika di pandang dari tingkat pendidikan orang tua siswa masih tergolong rendah. Hal ini sesuai data yang direkap dari buku pribadi siswa menunjukkan 5% orang tua berpendidikan tinggi, 16% orang tua berpendidikan menengah, 24% pendidikan SMP dan yang 45% tidak lulus SD dan lulus SD.
Jika dipandang dari kondisi obyektif di atas masih memungkinkan siswa yang melanjutkan itu meningkat jika ada informasi-informasi yang jelas baik bagi siswa maupun orang tua siswa. Untuk memberi informasi keada siswa maupun orang tua perlu adanya kerja sama antara tenaga kependidikan di sekolah, orang tua dan pengurus komite sekolah.
Layanan yang akan digunakan untuk memberi informasi kepada siswa yaitu dengan menggunakan layanan informasi. Dengan layanan informasi ini diharapkan konseli dapat mengenal, memahami sekolah yang lebih tinggi dengan baik, sehingga dengan pemahamannya ini anak akan mempunyai minat untuk melanjutkan sekolah dan mempunyai keputusan untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi.
Dari fenomena-fenomena di atas penulis akan mengadakan penelitian tindakan dengan judul: ” Penerapan layanan informasi dalam rangka meningkatkan minat melanjutkan ke SLTA pada siswa kelas IX semester 2 SMP Negeri I Pangkur Tahun Pelajaran 2007/2008”. Dengan layanan informasi ini diharapkan konseli dapat mengenal, memahami sekolah yang lebih tinggi dengan baik, sehingga dengan pemahamannya ini anak akan mempunyai minat melanjutkan ke SLTA.
B. Rumusan Masalah dan Cara mengatasinya
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut: apakah dengan menerapkan layanan informasi minat siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pangkur tahun pelajaran 2007/2008 yang melanjutkan ke SLTA dapat meningkat ?
Untuk mengatasi masalah rendahnya minat siswa atau konseli yang melanjutkan ke SLTA adalah dengan menerapkan layanan Informasi.
C. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah layanan informasi dapat meningkatkan minat siswa melanjutkan ke SLTA siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pangkur tahun pelajaran 2007/2008
D. Manfaat
Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi guru BK (konselor), hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan minat konseli masuk ke sekolah yang lebih tinggi
2. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian yang sejenis
3. Bagi Kepala Sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam upaya meningkatkan minat konseli masuk ke SLTA
E. Perumusan Hipotesis Tindakan
Jika Layanan informasi diterapkan dengan berbagai upaya maka layanan informasi mampu meningkatkan minat konseli untuk melanjutkan ke SLTA



BAB II
KAJIA PUSTAKA
A. Layanan Informasi
1. Pengertian layanan informasi
Layanan Informasi adalah:” layanan dalam memberikan sejumlah informasi kepada peserta didik” (Akur Sudianto,2005:20). Sedangkan menurut I. Djumhur layanan informasi adalah:” memberikan penerangan-penerangan yang sejelas-jelasnya dan selengkap lengkapnya mengenai berbagai hal yang diperlukan oleh setiap murid, baik tentang pendidikan, pekerjaan, sosial maupun pribadi” (1975:41)
Yang dimaksud layanan informasi dalam penelitian ini adalah memberikan informasi kepada konseli tentang SLTA
2. Tujuan layanan informasi
Menurut Akur Sudianto tujuan layanan Informasi adalah:” agar peserta didik memiliki informasi tentang lingkungannya” (2005:20). Sedangkan menurut pedoman pelaksanaan bimbingan dan konseling tujuan layanan informasi adalah:” agar peserta didik menerima dan memahami informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan”(2004:13)
3. Teknik pelaksanaan layanan Informasi
a. Pelaksanaan layanan Informasi
Menurut pedoman pelaksanaan Bimbingan dan Konseling pelaksanaan layanan bimbingan konseling ada empat yaitu:” Cara klasikal, kelompok, individu dan alih tangan” (2004:43)
Cara klasikal yaitu untuk melayani peserta didik yang sama kebutuhannya. Misalnya satu kelas, peserta didik membutuhkan informasi pendidikan, maka peserta didik tidak perlu dipisahkan namun langsung diberi informasi masalah pendidikan secara klasikal
Cara kelompok yaitu untuk melayani sekelompok peserta didik yang membutuhkan layanan yang sama, misalnya sepuluh peserta didik membutuhkan informasi masalah kursus atau seksualitas dan lain sebagainya
Cara individu yaitu melayani peserta didik secara perorangan untuk membantu mengentaskan masalah pribadi
Cara alih tangan yaitu meminta bantuan kepada pihak lain yang dipandang lebih berwenang, misalnya dokter
b. Teknik layanan Informasi
Teknik yang dapat digunakan untuk layanan informasi yaitu adalah teknik Ekspositori atau ceramah. Teknik ekspositori ada dua jenis yaitu teknik ekspositori lisan dan ekspositori tertulis.
Teknik ekspositori lisan merupakan pemberian layanan dengan cara menyampaikan informasi secara lisan, misalnya ceramah di kelas atau ceramah di luar kelas misalnya dilapangan upacara.
Teknik ekspositori tertulis tehknik layanan Bimbingan konseling dengan cara menyampaikan informasi secara tertulis misalnya menggunakan papan bimbingan, menggunakan modul dan brosur-brosur
B. Minat
1. Pengertian Minat
Minat adalah: ”kecenderungan seseorang terhadap obyek-obyek dan kegiatan-kegiatan yang membutuhkan perhatian dan menghasilkan kepuasan” (Depdiknas, 2002:8). Sedangkan pengertian minat menurut Tem Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah:” Kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu ” (1988:583).
Dari kedua pendapat tersebut yang dimaksud minat adalah kecenderungan hati seseorang terhadap sesuatu yang menghasilkan kepuasan.
Minat dalam penelitian ini adalah kecenderungan konseli untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, misalnya masuk SMA atau SMK atau yang sederajat.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat
Minat setiap saat bisa berubah karena minat dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Menurut Semiawan C dan Mundandar dalam bukunya yang berjudul memupuk bakat dan kreatifitas siswa sekolah menengah menyebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat adalah:
a. Sikap orang tua terhadap pendidikan dilihat sebagai jembatan menuju mobilitas sosial
b. Sikap teman sebaya, apakah mereka lebih berorientasi masuk ke perguruan tinggi atau bekerja
c. Sejauh mana ia diterima secara sosial oleh teman-teman sekelasnya
d. Bagaimana prestasi di sekolahnya sampai saat ini, keberhasilan dalam kegiatan ekstrakurikulen (1984:9)
Dari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang mempengaruhi minat adalah kemampuan seseorang, orang tua, guru dan teman sebaya atau teman bergaul
3. Pengukuran minat
Ada beberapa cara yang digunakan untuk mengukur minat. Cara-cara itu menurut Depdiknas adalah:” Ekspresi minat, Manifestasi minat, tes minat dan investarisasi minat” (2002:10).
Ekspresi minat adalah merupakan suatu pernyataan verbal seseorang berupa menyenangi atau tidak menyenangi sesuatu
Manifestasi minat adalah perwujudan partisipasi dalam suatu kegiatan atau pekerjaan
Tes minat adalah tes minat yang digunakan berbentuk tes obyektif. Tes ini biasanya diterapkan oleh ahlinya
Investarisasi minat adalah pengukuran minat yang diperoleh melalui kuesioner yang berisi pilihan atau preferensi daftar-daftar kegiatan atau pekerjaan.
Untuk penelitian tindakan ini yang digunakan untuk mengukur minat siswa masuk ke sekolah yang lebih tinggi adalah Investarisasi minat karena pengukran ini lebih mudah dilaksanakan
C. Kerangka Pikiran
Satu-satunya SMP yang ada di Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi adalah SMP Negeri 1 Pangkur, jumlah siswa untuk tahun pelajaran 2007/2008 seluruhnya 686 siswa, terdiri dari kelas IX : 216, kelas VIII: 224 siswa, dan Kelas VII:246 siswa.
Dari 216 siswa kelas IX yang akan melanjutkan ke SLTA berdasarkan hasil studi pendahuluan adalah 48,9 % melanjutkan ke SLTA yang 51 persen tidak melanjutkan. Penyebab mereka tidak melanjutkan sangat bervariasi, ada yang tidak mempunyai biaya, akan dinikahkan, akan bekerja, akan mondok, kursus, tidak mempunyai minat untuk melanjutkan, dan orang tua melarang melanjutkan
Mengingat ada beberapa penyebab mereka tidak melanjutkan ke sekolah, maka konselor akan memberikan informasi tentang pendidikan kepada konseli dan orang tua siswa baik melalui ekspositori lisan maupun ekspositori tertulis.
Dengan pemahaman konseli maupun orang tua tentang SLTA baik SMA maupun SMK diharapkan minat konseli masuk ke SLTA yang didukung oleh orang tua lebih meningkat.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian adalah SMP Negeri 1 Pangkur Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi dan Waktu penelitian mulai bulan Januari 2008 sampai dengan bulan Mei 2008 atau 4 bulan
B. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pangkur Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi tahun Pelajaran 2007-2008
C. Prosedur atau Langkah-Langkah Penelitian
1. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang akan membahas masalah yang berkaitan dengan rendahnya minat konseli dalam melanjutkan studinya ke sekolah yang lebih tinggi yaitu SLTA baik SMA maupun SMK.
Penelitian tindakan bagi guru BK ini meliputi refleksi awal, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, setelah melalui satu putaran (siklus I) akan dilanjutkan dengan perencanaan ulang untuk putaran (siklus) berikutnya jika putaran pertama atau siklus I belum memenuhi target yang diharapkan dalam penelitian ini.
Dalam refleksi awal konselor mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di kelas IX SMP Negeri 1 Pangkur tahun pelajaran 2007/2008. Setelah masalah teridentifikasi selanjutnya memilih salah satu masalah yang segera mendapatkan pemecahan sehingga permasalahan yang sering mengganggu atau sering dialami oleh konseli dapat terentaskan.
Tahap Perencanaan berupa langkah-langkah tindakan secara sistematis dan rinci. Hal-hal yang disiapkan dalam tahap Perencanaan ini adalah materi, metode, teknik dan instrumen observasi , angket dan evaluasi
Tahap pelaksanaan tindakan ini adalah mengimplementasikan hal-hal yang telah disiapkan dalam tahap perencanaan kedalam proses layanan informasi sekaligus mengadakan pengamatan. Pelaksanaan layanan informasi adalah pada hari kamis dan sabtu karena pada hari itu ada jam masuk kelas dalam kegiatan pengembangan diri BK untuk kelas IX
Tahap pengamatan tindakan yang dilakukan adalah mengumpulkan data perkembangan minat konseli pada SLTA melalui angket. Adapun yang data yang dikumpulkan meliputi:
1) Konseli yang melanjutkan ke SMA
2) Konseli yang melanjutkan ke SMK
3) Konseli yang akan bekerja
4) Lain-lain
Tahap refleksi yang dilakukan adalah menganalisis, memaknai, menjelaskan dan menyimpulkan data yang diperoleh dari pengamatan, hasilnya dapat dipergunakan untuk mengadakan perbaikan tindakan pada siklus berikutnya.
Jumlah siklus minimal dua atau tergantung dari hasil yang diperoleh setiap siklus. Jika siklus satu atau dua belum sesuai dengan target penelitian maka penelitian tetap dilanjutkan ke siklus berikutnya sampai dengan hasil yang diharapkan.
D. Teknik Pengumpulan Data
Tenik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan angket
1 Observasi
a. Pengertian Obervasi atau pengamatan
Menurut Depdiknas adalah: ”merupakan metode pengumpulan data dimana peneliti atau kolaboratornya mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selama penelitian, agar observasi dapat lebih terarah maka diperlukan pedoman observasi yang dikembangkan oleh peneliti dengan mengacu pada indikator yang telah ditetapkan”. (2005:5)
b. Kegunaan Observasi
Observasi digunakan untuk mencari data siswa tentang reaksi siswa dalam mengikuti pembelajaran
2. Dokumentasi
a. Pengertian Dokumentasi
Pengertian dokumentasi menurut W. Gulo adalah :” catatan tertulis tentang berbagai kegiatan atau peristiwa pada waktu yang lalu”.(2002:123)
b. Kegunaan Dokumentasi
Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mencari data tentang identitas siswa keadaan sekolah seperti buku-buku yang ada di perpustakaan
3. Wawancara
a. Pengertian wawancara
Pengertian Wawancara menurut I. Djumhur adalah:”Suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data” (1975:50)
b. Kegunaan wawancara
Wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk mencari data tentang minat siswa yang masih meragukan atau belum jelas
4. Angket
a. Pengertian angket
Pengertian angket menurut I. Djumhur adalah:”teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan komunikasi secara tertulis dengan sumber data” (1975:55)
b. Kegunaan
Angket digunakan untuk mencari data tentang minat siswa masuk ke sekolah yang lebih tinggi
E. Kreteria keberhasilan dalam penelitian tindakan
Keberhasilan dalam penelitian ini ditunjukkan pada meningkatnya minat siswa dalam melanjutkan studi di SLTA.yaitu 65% siswa melanjutkan ke SLTA.

F. Jadwal Penelitian
Table 3.1 Jadwal Rencana Kegiatan Penelitian Tindakan BK

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Recent Comments

Recent Posts

PAKDE HARTO SMP PANGKUR | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Dhe Template. Supported by Cash Money Today and Forex Broker Info