Selasa, 21 Desember 2010

PROGRAM TAHUNAN BK SMP N 1 PANGKUR NGAWI

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pelayanan Bimbingan konseling di SMP N 1 Pangkur merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.
Agar kegiatan pelayanan Bimbingan Konseling berjalan dengan baik, maka perlu adanya program tahunn yang terarah terpadu hingga dapat dipergunakan untuk pedoman dalam program semester, bulanan, mingguan dan harian
B. VISI DAN MISI
1. Visi

Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.

2. Misi

1) Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/ madrasah, keluarga dan masyarakat.

3) Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari
B. FUNGSI BIMBINGAN KONSELING
1. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
2. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
3. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
4. Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
5. Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian
B. PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN KONSELING
1. Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan.
2. Asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani
C. PENILAIAN
1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui:

a. Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.
b. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.
c. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik.
2. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.
3. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG

BAB II
PROGRAM TAHUNAN
Program tahunan meliputi beberapa kegiatan yang terdiri dari :
A. PERSIAPAN
1. Studi kelanjutan kebutuhan-kebutuhan Siswa/BK/Sekolah
2. Penyediaan Fasilitas BK
3. Konsultasi Program
4. Orientasi dan Informasi Program
5. Pembuatan program
6. Pembagian tugas konselor
B. KEGIATAN LAYANAN BK
1. Bidang Bimbingan
a. Bidang Pribadi : bertujuan membantu siswa mengenal, menemukan dan mengembangan pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.
b. Bidang sosial : bertujuan membantu siswa memahami diri yang berkaitan dengan lingkungan dan etika pergaulan yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggungjawab sosial
c. Bidang Belajar : bertujuan membantu siswa mengenal, menumbuhkan dan mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai program di SMP dalam rangka menyiapkan studi lanjutan.
d. Bidang Karier : bertujuan membantu siswa mengenal dan mengembangkan potensi diri melalui penguasaan pengetahuan dan ketrampilan , memahami lingkungan pendidikan dan sektor pekerjaan serta berperan dalam kehidupan bermasyarakat.
e. Bidang akhlak mulia/budi pekerti: bertujuan membantu siswa mengenal, menumbuh dan mengembangkan potensi diri melalui penguasaan pengetahuan dan ketrampilan tentang akhlak /budi pekerti yang baik dalam rangka berhubungan dengan lingkungan baik di keluarga, di sekolah dan di masyarakat
2. Layanan bimbingan
a. Layanan Orientasi : layanan Bimbingan dan konseling yang membantu siswa memahami lingkungan yang baru dimasuki sehingga siswa lebih mudah dan lebih lancar berperan dilingkungannya.
b. Layanan Informasi : layanan Bimbingan dan konseling yang membantu siswa memahami dan menerima informasi yang dapat digunakan sebagai pertimbangan mengambil keputusan.
c. Layanan Penempatan/penyaluran : layanan Bimbingan dan konseling yang membantu siswa memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat dalam berbagai kegiatan yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat serta kondisi yang dimiliki.
d. Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat
d. Layanan Pembelajaran : Layanan Bimbingan dan konseling yang membantu siswa mengembangkan diri dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik yang sesuai dengan kemampuannya.
e. Layanan Konseling individu: layanan Bimbingan dan konseling yang membantu siswa dalam rangka pembahasan dan pemecahan masalah yang dihadapi siswa secara pribadi.
f. Layanan Bimbingan Kelompok : layanan bimbingan dan Konseling yang membantu siswa, secara bersama-sama untuk membahas suatu topik yang berguna untuk perkembangan mereka baik secara individu maupun kelompok.
g. Layanan Konseling kelompok : layanan Bimbingan dan konseling yang membantu siswa dalam rangka pembahasan dan pemecahan masalah yang dihadapi.
h. Layanan konsultasi : layanan bimbingan dan Konseling yang membantu siswa, untuk memecahkan masalah dengan cara konsultasi.
i. Layanan Konferensi kasus : Layanan bimbingan dan Konseling yang membantu siswa yang permasalahannya tidak dapat diatasi oleh guru pembimbing sendiri sehingga perlu dibahas oleh pihak-pihak yang berkompeten secara bersama-sama
j. Layanan Mediasi : Layanan Bimbingan dan konseling yang membantu siswa melalui media .
3. kegiatan pendukung
a. Aplikasi Instrumentasi : mengumpulkan data siswa atau keterangan-keterangan siswa yang digunakan untuk kegiatan layanan Bimbingan.
b. Himpunan Data : Menhimpun seluruh data dan keterangan-keterangan yang relevan yang digunakan untuk kegiatan layanan Bimbingan
c. Kunjungan Rumah : Memperoleh data dan keterangan-keterangan untuk pemahaman lingkungan dan siswa yang digunakan untuk kegiatan Bimbingan.
d. Alih tangan kasus : mengalih tangankan kasus yang dihadipi siswa oleh guru, staf sekolah yang lain, orang tua kepada Guru Pembimbing atau Guru pembimbing mengalih tangankan kasus siswa kepada guru,Kep.Sekolah, Dokter, Psikolog dll.
C. HUBUNGAN KERJASAMA
1. peningkatan profesional guru BK
2. Kerjasama dengan instansi terkait
3. kerjasama denga orang tua
D. EVALUASI , ANALISIS DAN TINDAK LANJUT PELAKSANAAN BK
1. evaluasi analisis dan tindak lanjut program Bimbingan Konseling
2. evaluasi analisis dan tindak lanjut pelaksanaan layanan Bimbingan Konseling
E. PELAPORAN
1. akhir minggu berupa agenda kerja
2. akhir bulan
3. akhir semester
F. RAPAT STAF BK
1. rutin
2. insidental
G. SASARAN
1. Kelas 7,8 dan 9
2. Orang tua siswa
3. guru dan wali kelas
H. ALOKASI WAKTU PELAKSANAAN
Pengaturan waktu bimbingan di atur sbb:
1. Terjadual di kelas dengan kegiatan Pengembangan diri
2. terjadual sendiri secara individual
3. Menggunakan waktu di luar jam pelajaran
4. Insidental sesuai kebutuhan
I. METODE/TEKNIK
1. metode yang digunakan mencakup:
a. Non testing terdiri dari Angket,sosiometri
b. Testing yaitu tes hasil belajar
2. Teknik yang digunakan
a. Individual
b. Kelompok
c. Klasikal
d. Alih tangan
J. FASILITAS SARANA DAN PRASARANA
a. Sarana yang digunakan untuk kegiatan BK
1. Alat pengumpul data terdiri dari format-format, angket pedoman wawancara,konseling catatan harian/jurnal, absensi, daftar nilai dll
2. Alat Penyimpan data terdiri dari rak lemari, buku pribadi, kartu pribadi map dll
b. Prasarana yang digunakan untuk kegiatan BK
1. Ruangan 4. Papan data
2. Meja kursi 5. Papan informasi
3. Lemari 6. Kotak konsultasi
K. PELAKSANA PROGRAM BIMBINGAN KONSELING
Pelaksana program BK yaitu : Kepala Sekolah/Wakil, koordinator BK, Guru BK, wali kelas, Guru bidang studi, para Kaur , dan Tata usaha sesuai dengan peranan masing-masing.
Program tahunan ini dikemas dalam bentuk metrik sebagaimana dalam lampiran 1.

BAB III
PENUTUP
Kegiatan Bimbingan dan Konseling merupakan kegiatan yang integral dari kegiatan program sekolah oleh karena itu program kegiatan konseling harus sesuai dan selaras dengan program-program sekolah yang lain sehingga dalam pelaksanaan program Bimbingan Konseling dapat lancar dan dapat mendukung tercapaninya program sekolah..
Program Bimbingan dan konseling sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah.
Kondisi obyektif sekolah merupakan modal dasar untuk membimbing siswa agar mereka dapat berkembang sesuai dengan kemampuan, bakat,minat secara optimal.
Tujuan Bimbingan Konseling adalah membantu peserta didik dalam tugas perkembangannya agar peserta didik memiliki keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, memiliki sikap positip, dinamis terhadap perkembangan fisik dan psikisnya, memiliki sikap mandiri secara emosional dan sosial ekonomi, memiliki pola hubungan sosial yang baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat, memiliki prestasi belajar yang baik dan dapat merencanakan dan mengembangkan kariernya.
Untuk mencapai tujuan Bimbingan dan konseling perlu kerja sama dari berbagai pihak seperti Kepala Sekolah, Guru , Karyawan Orang Tua dan siswa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Recent Comments

Recent Posts

PAKDE HARTO SMP PANGKUR | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Dhe Template. Supported by Cash Money Today and Forex Broker Info